Bandung hujan yang dingin
Bandung hujan yang dingin.
Ingatan kembali ke 6 taun silam.
Aku masih selalu memilih duduk ditempat yang sama.
Di sebelah jok supir angkot ato di pojok belakang dekat jendela besar.
Di dalam angkot pengap yang tertutup.
Dengan Bau2 asing di dalamnya.
Basah kuyup.
Dingin.
Bersin.
Dan masih tetap selalu tersenyum dalam momen yang sama.
Semua orang basah.ada sebagian yang mengeluh.
Duduk berhimpitan.dengan formasi 7-5 tanpa peduli seberapa sesak formasi itu.
Diam dalam hening…
Memang dingin.tapi selalu terasa hangat.
Ini dia yang selalu buat tersenyum.walau Cuma sesungging.
semua tampak seragam.
Basah.letih.dan pengap dari nafas2 manusia dalam ruang tanpa celah.
Perlahan. semua mulai pudar.
Pelan……………
Dan sangat perlahan…………
Sampai suara dengan kalimat yang masih selalu sama sayup-sayup terdengar.
Membuyarkan.
“neng mau turun dimana?”
Ingatan kembali ke 6 taun silam…
Ah!Aku.
Masih aku yang sama..
Gina Mayang Lestari yang masih selalu ketiduran pulas di angkot.
Sampai supir angkot membangunkan.
Karena sudah sampai terminal…..